6 Tren Desain Renovasi Rumah di Masa Pandemik,Pasti Punya Area Kerja

Kehadiran pandemik tak bisa dipungkiri mengubah banyak hal dalam kehidupan. Tak terkecuali bagaimana hubungan kita dengan area rumah. Prioritas terkait desain rumah pun mulai bergeser, di mana faktor kebersihan, fungsionalitas, dan well-being jadi fokus utama.Melalui acara virtual gathering bertemakan ‘Bagaimana Pandemi Mengubah Tren Desain Rumah’ yang diadakan oleh Beko Indonesia pada Rabu (17/11/2021), arsitek Ren Katili menjelaskan tren desain renovasi rumah di masa pandemik. Menurutnya, setidaknya ada 6 tren baru yang muncul akibat wabah tersebut.

  1. Terdapat area bekerja di rumah
    Dengan terjadinya pandemik, kegiatan bekerja di hampir semua sektor dilakukan di dalam rumah atau disebut work from home. Kegiatan sekolah para pelajar juga dilakukan di dalam rumah.Salah satu tren yang sangat terlihat perubahannya adalah adanya area bekerja atau belajar di rumah. “Ruang-ruang atau sudut-sudut rumah yang sebelumnya jadi ruang mati, selama pandemik ini banyak orang yang mengubahnya jadi space untuk bekerja atau untuk anak-anak sekolah jarak jauh,” ujar Ren.Salah satu hal penting yang harus perhatikan untuk menciptakan area ini adalah pencahayaannya. Pencahayaan yang cukup menjadi salah satu syarat mutlak untuk melakukan kegiatan bekerja dan belajar.
  2. Banyaknya penggunaan unsur alam
    Adanya unsur alam, seperti tanaman dan penggunaan material natural, bisa memberikan dampak positif bagi penghuni rumah. Pengadaan tanaman hijau selain untuk memberikan kesan asri, juga ternyata bisa menyerap panas di dalam rumah.”Sekarang orang banyak memasukkan unsur alam yang lebih sehat dan natural ke dalam rumahnya. Space yang sedikit pun dibuat menjadi tempat tanaman dengan bentuk yang lebih kekinian,” jelas Ren.
  3. Ruang dengan open space bisa jadi pilihan
    Kelancaran aliran udara dan kebutuhan akan cahaya matahari di masa pandemik membuat konsep open space ini cocok untuk diterapkan di rumah. Konsep open space juga bisa membantu efisiensi dalam berkegiatan.”Ruang dibuat tanpa sekat menjadi lebih lega. Airflow juga jadi bagus dan pencahayaan jadi lebih baik. Kalau tersekat-sekat, ruangan akan menjadi gelap,” ujar dia.
  4. Powder room kembali menjadi tren
    Powder room adalah kamar mandi kecil yang biasanya berada pada lantai pertama di rumah. Ruang ini biasanya berada di area depan, sehingga mudah diakses oleh tamu. Istilah powder room sudah ada sejak tahun 1920-an, namun kini kembali diterapkan.”Orang makin merasa perlu membuat ruang untuk mencuci tangan di depan rumah atau di ruang tamu. Powder room ini jadi salah satu syarat mutlak untuk membuat rumah yang lebih sehat di masa pandemik,” tutur Ren.
  5. Membangun rumah yang berjarak dengan tetangga
    Selain diterapkan pada manusia, social distancing pada rumah juga ternyata memiliki manfaat. Selain airflow yang lebih baik, rumah yang berjarak juga bagus untuk memaksimalkan pencahayaan alami.”Jadi kita buat rumah berjarak supaya gak berdempetan dan udara mengalir jauh lebih baik. Rumah jadi lebih adem dan pencahayaan alami bisa masuk sampai ke dalam ruangan,” jelas Ren.
  6. Untuk lahan sempit,diterapkan desain rumah vertikal
    Terbatasnya lahan bukan menjadi halangan untuk memiliki rumah yang nyaman. Salah satu cara mengatasinya adalah membangun rumah secara vertikal. Pengorganisasian ruangan di tiap lantai bisa disusun berdasarkan tingkat privasinya.”Space outdoor bisa dibuat di bagian atas rumah. Anak-anak gak bisa keluar rumah dan mau tidak mau harus 24 jam di rumah, sehingga perlu dibuat space untuk anak agar lebih nyaman berinteraksi bersama orangtua dan keluarganya,” tutup Ren.
    More Information :
    087823311820/08122018886
Baca Juga  7 Model Meja Sudut Ruang Tamu Minimalis Yang Unik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *